Tampilkan postingan dengan label Sejarah dan Biografi band Populer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah dan Biografi band Populer. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2012

Biografi Craig Owens

Craigery Michael "Craig" Owens


lahir pada 8 agustus 1984, musisi sekaligus aktor Amerika yang lahir di Davison - Michigan ini terkenal sebagai mantan lead vocal dari Chiodos (band Amerika yang beraliran post hardcore) dan juga punya banyak keterlibatan di berbagai project seperti Cinematic Sunrise, dan the supergroup Isles & Glaciers.
Ia juga punya peranan di The Sound of Animals Fighting dan diberikan tawaran buat memerankan perannya dalam album ke tiga mereka  The Ocean and the Sun. Namun do'i nolak karna jadwal yang terlalu padat.
Craig Owens sekarang jadi lead vocal dari band yang masih beraliran post hardcore Destroy Rebuild Until God Shows dan mendatangani kontrak sama labelnya Pete Wentz (Decaydance Records)

Craig Owens lahir waktu emaknya lagi umur 17 tahun coy, Ortu do'i sering banget berantem, jadi sebagai anak kecil do'i cuma bisa keluar lewat jendela kamarnya terus dengerin musik di mobil tua punya ibunya (mungkin ini yg bikin do'i jadi jago dalam bermusik ya. hehe)

Pada tanggal 20 july 2008 ia berusaha overdosis pake resep Xanax di rumahnya, do'i bilang katanya udah menderita banget gara-gara depresi, gangguan bipolar, sama kecemasan yang mendalam. Tapi Owens juga bilang kalo dia gak menderita kerusakan fisik permanen dari insiden tersebut, do'i juga udah gak sabar buat memulai next tour sama Chiodos. Owens malah udah pesen lebih dari 300 konser Chiodos sebelum band ini nandatanganin kontrak sama Rekor Visi Equal.

Naaah, di 15 Desember 2008, project sampingan yang baru telah lahir dengan nama Isles & Glaciers yang berformasikan : Owens (vocals), Jonny Craig (providing vocals), Vic Fuentes (guitar & backing vocals), Nick Martin (guitar & backing vocals), Matt Goddard (bass), Brian Southall (programming/guitar) dan Mike Fuentes (drums) dengan lagu mereka yang berjudul "Hills Like White Elephants", "Clush", "Viola Lion", & "Cemetery Weather".

Band post hardcore Florida, Brodway bersama Owens dan Jonny Craig sebagai tamu vocal di debut album mereka yang bertajuk Kingdom sukses di rilis pada 7 July 2009. Owens juga dapet undangan buat featured sama band In Fear and Faith di lagu yang berjudul "The Road to Hell Is Paved With Good Intentions".

Isles & Glaciers membuat konser perdana mereka di 2009, SXSW showcase show di Austin - Texas yang di seponsori oleh Alternative Press.
Saat show tersebut berlangsung, mereka mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan EP perdana mereka dan akan rilis saat musim panas 2009.

4 Mei 2009, dalam sesi akustik/PostCast bersama Tyler Lawless (mantan guitarist of xBLANKETx), Owens ngungkapin tiga fakta tentang dirinya. Do'i bilang ngfans berat sama Detroit Pistons; Atlit favoritnya adalah Chauncey Billups (pemain NBA yang saat itu udah di jual ke team New York Knicks) dan dia harus menonton tiga acara televisi untuk sisa hidupnya yaitu Flight Of The Conchords, The Office, and Eastbound And Down.

Sejumlah artis papan atas juga ada dalam album solo Owens seperti Stephen Christian dari Anberlin, Mark Farner dari Grand Funk Railroad, Josh Epstein And Cassie Verass of The Silent Years, dan Vince Moreno of Kid Brother Collective.

Owens mengumumkan judul EP solo baru lewat Twitter, "Με την αγάπη" yang merupakan bahasa Yunani yang berarti "Dengan Cinta" dan dibaca "me tin agapi" dalam bahasa inggris.
Pada 21 Juli 2009 Craig Owens mengumumkan di Twitter bahwa album ini akan dirilis pada tanggal 15 September 2009 yang di rilis via Equal Vision Records.

Pada tanggal 24 September 2009, Chiodos mengumumkan bahwa mereka telah berpisah dengan Craig Owens. Band ini merilis sebuah pernyataan sebagai berikut: 
  "To all of our friends, family, and fans: We would like to let you know that we have let Craig Owens go as the singer of Chiodos. This decision was a necessary one. Out of respect for all of the hard work that we have put in together for all of these years we will not be discussing the specific reasons that this needed to happen. We wish Craig well . We will absolutely be continuing on as a band and we will keep you informed as this next chapter unfolds. Chiodos fans are the best fans in the world and all we can ask of you, after everything you have already given us, is to share in our excitement for this next album. We promise you will not be disappointed............Brad, Jason, Pat, and Matt"
*bingung sama artinya?? tanya aja sama mbah google.. hahaha :D


Pada tanggal 17 Agustus 2010, Owens mengumumkan melalui Twitter band barunya yang bakal diberi nama  Destroy Rebuild Until God Shows (D.R.U.G.S.). Beberapa player yang mendampingi Owens di band ini adalah  Nick Martin (Underminded, Cinematic Sunrise, Isles & Glaciers), Matt Good (From First to Last), Aaron Stern (Matchbook Romance) dan Adam Russell (Story of the Year).
Self-titled album dari D.R.U.G.S. diluncurkan 22 Februari 2011, dan menempati urutan pertama pada daftar Hard Rock US Billboard. WoooooooooooooooW!!

Via Twitter, Owens menyatakan bahwa D.R.U.G.S telah di kontrak untuk tour Rise From The Ashes (bersama Eyes Set to Kill dan New Medicine sebagai artis pembuka)
Band tersebut akan perform di Alternative Press Tour Spring 2011 co-headlining bersama Black Veil Brides dan sebagai pembuka akan ada  I See Stars, VersaEmerge, and Conditions.

Pada tanggal 12 Juli 2011, D.R.U.G.S. merilis sebuah EP hidup berjudul "Live From Hot Topic", yang meliputi 5 lagu : "The Only Thing You Talk About", "My Swagger has a First Name", "Mr. Owl Ate My Metal Worm", "Graveyard Dancing" dan "If You Think This Song is About You, It Probably Is".
Band ini juga tampil di Soundwave Revolution tour di Australia, dan kemudian perform di World War III tour bersama Asking Alexandria dan Hollywood Undead dari tanggal 1 November hingga 19 November.

Craig Owens mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan beberapa hari show di Vans Warped Tour untuk mengejar karir sebagai aktor film dan dijadwalkan untuk muncul di film yang akan datang.
Namun begitu, baik dia maupun D.R.U.G.S. akan show pada 17, 19 dan 20 Juli.
Owens bilang sama para penggemarnya biar tetep simpan tiket mereka untuk tiga konser yang akan datang untuk menggantikan ketidak hadiranya di Vans Warped Tour.
Do'o bilang kalo dia dan band ini akan terus bermain Vans Warped Tour pada 21 Juli.


Dia akan berperan sebagai Ian Sheffield dalam film K-11, yang ditulis oleh Jules Mann-Stewart.
Sejak itu, Craig telah menandai nama film tersebut dalam tweets nya (# K11) di mention kepada Jules-Mann Stewart (ibu dari Kristen Stewart dan direktur K-11), dan diposting foto dirinya bersama 'Tiny Lister Tommy. Film ini akan di rilis pada 2012.

Sekian dan Terimakasih ^^



Senin, 03 Januari 2011

Sejarah dan Biografi The Beatless

Sejarah The Beatles

The Beatles adalah salah satu grup musik rock paling awal sekaligus paling berpengaruh di era modern. Beranggotakan John LennonPaul McCartneyGeorge Harrison, dan Ringo Starr, kebanyakan lagu mereka ditulis oleh Lennon dan McCartney. Popularitas mereka sedemikian tingginya di Britania Raya sehingga di tahun 1963 pers menelurkan istilah "Beatlemania". Mereka juga kemudian meraih sukses di Amerika Serikat dan seluruh dunia.

Dibentuk di Liverpool tahun 1959 dengan formasi awal John Lennon (Vokal, Gitar), Paul Mc Cartney (Vokal, Gitar), George Harrison (Vokal, Gitar), Stuart Sutcliffe (Bass) dan Pete Best (Drum). Namun tak lama kemudian Stuart Sutcliffe mengundurkan diri (hijrah ke Jerman dan menikahi Astrid Kircherr dan meninggal disana tahun 1962 akibat pendarahan di otak). Lalu pada tahun 1962 Pete Best hengkang dari The Beatles, dan posisinya digantikan oleh Richard Starkey alias Ringo Starr.

Manager The Beatles, Brian Eipstein, pertama kali mengenal Beatles lewat banyaknya request pembeli piringan hitam di toko musiknya. Pertama kali Brian mencoba menawarkan Beatles kepada Decca Record, label besar perusahaan rekaman kala itu. Audisi bisa didapat, hanya saja manajemen Decca berpendapat bahwa kelompok musik gitar sudah lewat masa tenarnya. Kendati keempat pemuda menjadi patah arang, Brian akhirnya bisa mendapatkan audisi bagi mereka di satu label rekaman, Parlophone, yang sejatinya adalah perusahaan rekaman untuk siaran radio. George Martin, manajer Parlophone, setuju, dan dimulailah perekaman untuk album pertama The Beatles yang bertajuk "Please Please Me". Lagu Please Please Me dan Love Me Do merupakan andalan untuk album tersebut.
The Beatles pada awalnya bernama The Quarrymen di tahun 1957. Quarrymen adalah sebuah band skiffle (band dengan menggunakan alat-alat rumah tangga, yang saat itu sedang tren di Liverpool) yang beranggotakan Lennon dan teman-temannya di Quarry Bank Grammar School. Di tanggal 6 Juli 1957, Quarrymen tampil pada sebuah acara gereja di Gereja St. John, Woolton. Di acara inilah Lennon pertama kali bertemu dengan Paul McCartney, yang saat itu menonton penampilan Quarrymen. McCartney sangat kagum akan penampilan band tersebut, dan lalu menghampiri Quarrymen di belakang panggung, ditemani temannya Ivan Vaughan yang juga teman Lennon.

Tak lama kemudian, McCartney bergabung dengan Quarrymen. Lennon dan McCartney menjadi sangat dekat, dan sering terlihat bersama. Keduanya terlibat dalam rasa 'senasib' karena keduanya kehilangan ibu mereka di masa mudanya. McCartney juga kehilangan ibunya karena kanker, saat usianya 15 tahun. Lennon dan McCartney mulai menulis lagu bersama maupun sendiri-sendiri. Salah satu lagu yang dihasilkan pada masa-masa ini adalah 'Hello Little Girl' yang kemudian menjadi hits oleh The Fourmost di tahun 60an.

Kemudian, McCartney memperkenalkan temannya, George Harrison, yang setahun lebih muda daripadanya kepada Lennon. Harrison yang piawai bermain gitar pun berkeinginan bergabung dengan Quarrymen. Lennon, yang pada awalnya keberatan karena Harrison dinilai terlalu muda, akhirnya pun setuju setelah dibujuk McCartney. Bergabungnya Harrison disusul oleh Stuart Sutcliffe, sahabat Lennon di Sekolah Seni, yang menjadi basis. Sutcliffe sebenarnya tidak dapat bermain bas, namun Lennon bersikeras untuk mengajaknya ikut dengan Quarrymen. Quarrymen pertama kali merekam suara mereka dalam lagu "That'll be the Day", lagu Buddy Holly, dan "In Spite of All The Danger", sebuah instrumental karangan McCartney dan Harrison. Kedua lagu ini, bersama lagu-lagu yang belum dirilis sebelumnya, kemudian dirilis secara resmi di tahun 1994, lewat album The Beatles Anthology.

Quarrymen dalam perjalanannya beberapa kali mengganti nama, dan personel-personelnya datang dan pergi. Band itu kemudian bernama 'The Beatles', nama yang konon ditemukan oleh Lennon. Allan Williams menjadi manajer mereka, dan pada tahun 1960 ia berhasil memperoleh kontrak dengan sebuah klab di Hamburg. Band ini pun kemudian pergi ke Hamburg, beranggotakan John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, Stuart Sutcliffe, dan Pete Best. Best adalah drummer mereka saat itu. Di Hamburg, The Beatles tampil setiap malam di klab malam yang kotor, dan tinggal bagai pengamen di penginapan kecil di dekatnya. Namun kemudian mereka dideportasi dari Hamburg, karena George Harrison masih di bawah umur untuk bekerja di sana.

Sekembalinya ke Liverpool, mereka tampil di Cavern Club. Di klab inilah The Beatles menjadi sangat terkenal di Liverpool, setiap show mereka selalu ramai dan panjang antriannya. Namun tak lama kemudian, di paruh akhir tahun 1961, The Beatles kembali ke Hamburg dan merekam 'My Bonnie' bersama Tony Sheridan. Stuart Sutcliffe memilih untuk tetap di Hamburg bersama pacarnya, Astrid Kircherr, ketika The Beatles akan pulang ke Liverpool. Maka McCartney mengambil alih bass. Beberapa bulan kemudian, Sutcliffe wafat di Hamburg karena gangguan otak.

The Beatles kembali tampil secara rutin di Cavern Club. Di klab ini, pada bulan November 1961, untuk pertama kalinya Brian Epsteinmenyaksikan penampilan band ini. Epstein adalah pemilik toko musik North End Music Store (NEMS) di Liverpool, yang mengenal The Beatles karena seorang pelanggannya menanyakan rekaman 'My Bonnie' yang direkam band ini bersama Tony Sheridan. Epstein terpesona melihat penampilan The Beatles, dan kemudian menjadi manajer band ini. Epstein menawarkan tape demo The Beatles ke studio-studio rekaman, dan berulang kali ditolak, seperti di Decca Records.

Akhirnya The Beatles diterima di Parlophone Records, label yang ada di bawah pengawasan EMI, dengan produsernya George Martin. Syarat yang diberikan Martin adalah mengganti drummer mereka, Best, yang dianggap kurang kompeten. Best kemudian diganti oleh Ringo Starr(nama aslinya Richard Starkey), drummer asal Liverpool yang sebelumnya bergabung dengan Rory Storm & the Hurricanes. The Beatles meluncurkan singel 'Love Me Do' yang langsung mencapai nomor 17 di tangga lagu Inggris. Singel mereka yang kedua, 'Please Please Me', menjadi singel pertama mereka yang mencapai peringkat teratas di tangga lagu.

Kesuksesan ini terus berlanjut. Nyaris semua singel mereka mencapai peringkat teratas di tangga lagu Inggris, namun 'I Wanna Hold Your Hand' di tahun 1964 adalah singel pertama yang berhasil menembus industri musik Amerika Serikat, sekaligus mengawali apa yang disebut sebagai 'British Invasion'. Sejak saat inilah musik The Beatles tersebar ke seluruh dunia, meraih sukses di mana-mana, terkenal di setiap penjuru. Konser mereka selalu dipadati fans yang sangat fanatik, yang mengejar-ngejar band ini ke mana pun mereka pergi. Teriakan fans membuat The Beatles bahkan tidak dapat mendengarkan suara mereka sendiri di atas panggung.

Di tahun 1966, akhirnya The Beatles memutuskan untuk berhenti mengadakan konser. Selain karena begitu ributnya penonton sehingga musik mereka menjadi tidak terdengar jelas, musik The Beatles juga telah menjadi amat berkembang sehingga tidak dapat dimainkan secara langsung dengan teknologi pertunjukan live di masa itu. Keputusan ini ditanggapi secara luas di dunia, yang menyangsikan kelanjutan band ini. Namun The Beatles menjawabnya dengan album Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band di tahun 1967, yang hingga kini masih diakui banyak kalangan sebagai salah satu album terbaik sepanjang masa.

Setelah kematian Epstein di tahun 1967, Lennon adalah orang yang tidak senang akan tindakan McCartney yang mengambil alih kepemimpinan band itu. Ia membenci proyek-proyek yang dipimpin McCartney, seperti filmMagical Mystery Tour dan Let It Be. Lennon juga menjadi orang yang pertama kali melanggar kesepakatan awal The Beatles, yaitu untuk tidak membawa istri dan pacar pada proses rekaman, dengan membawa Yoko Ono dalam proses pembuatan album White Album di tahun 1968. Lennon juga orang yang pertama menyatakan ingin keluar dari The Beatles.

Setelah band ini bubar di tahun 1970, perseteruan antara Lennon dan McCartney terus berlanjut. Salah satunya adalah Lennon kesal karena McCartney mendahuluinya dalam menyatakan bubarnya The Beatles. Lennon, Harrison dan Starr juga melawan McCartney di pengadilan dalam membubarkan band ini.

Minggu, 02 Januari 2011

Sejarah dan Biografi Linkin Park

Linkin Park adalah grup musik beraliran nu metal yang berasal dari Aguora Hills, California, di Amerika Serikat. Mereka sempat beberapa kali berganti nama, antara lain Xero, Hybrid Theory, hingga nama Linkin Park sampai sekarang. Nama "Linkin Park" sendiri merupakan plesetan dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park.

Sebelum Chester Bennington menjadi vokalis Linkin Park, Mark Wakefield lebih dulu menjadi vokalisnya. Namun, ia keluar dari Linkin Park – saat itu menggunakan nama Hybrid Theory – untuk menjadi manajer grup musik Taproot. Bassis Dave Farrell alias "Phoenix" juga pernah keluar sebentar dari Linkin Park untuk mengikuti tur bersama band lamanya, Tasty Snax. Sedangkan 4 personil lainnya – Brad Delson, Mike Shinoda, Joe Hahn, dan Rob Bourdon – selalu bertahan di Linkin Park sejak awal pembentukannya.

Linkin Park telah merilis 3 album studio, yaitu Hybrid Theory, Meteora, dan Minutes to Midnight. Linkin Park juga merilis album Live in Texas, Reanimation, dan Collision Course, serta Hybrid Theory EP. Linkin Park sukses dalam mempopulerkan lagu-lagunya seperti Crawling, In the End, Numb, Somewhere I Belong, dan What I've Done. Secara total, album-album Linkin Park telah terjual sebanyak 50 juta keping.

Sejarah

Awal mula

Awal pembentukan Linkin Park yaitu pertemuan Mike Shinoda dan Brad Delson (gitaris Linkin Park) di kelas 7. Lalu mereka membentuk band bernama Xero. Brad juga bermain untuk band Relative Degree, salah satu personilnya yaitu Rob Bourdon (drummer Linkin Park). Mike berkenalan dengan Rob melalui Brad dan Rob bergabung dengan Xero. Saat kuliah, Brad berkenalan dengan Dave "Phoenix" Farrell (bassis Linkin Park) yang merupakan teman sekamar Brad. Mike, yang mengambil jurusan ilustrasi di Universitas Seni Pasadena, bertemu dengan Joe Hahn (turntablis Linkin Park). Kemudian, Dave Farrell dan Joe Hahn bergabung bersama Xero. Dave sempat meninggalkan Xero untuk bergabung kembali ke band lamanya, Tasty Snax.

Mulanya, mereka merekrut Mark Wakefield sebagai vokalis, lalu diambil alih oleh Chester Bennington (mantan vokalis Grey Daze) sampai sekarang, sedangkan Mike lalu jadi rapper. Sialnya, karena nama Xero sudah dipakai grup lain, mereka terpaksa mengganti nama menjadi Hybrid Theory. Lalu, Hybrid Theory menandatangani kontrak dengan perusahaan rekaman bernama Warner Bros. Records setelah sukses meluncurkan EP yang bertajuk Hybrid Theory EP pada tahun 1999 sebanyak seribu keping

Sekali lagi, mereka terpaksa mengganti nama karena nama Hybrid Theory mirip dengan nama grup musik Hybrid yang berasal dari Wales. Daripada dianggap band yang sama, mereka memilih berubah nama lagi menjadi Linkin Park. Nama itu diambil Chester dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park. Agar bisa mengelola situs web sendiri, Chester mengubah ejaannya menjadi Linkin Park. Setelah itu, mereka berhasil membeli situs web linkinpark.com.

Hybrid Theory

Linkin Park meluncurkan album pertamanya, Hybrid Theory, pada tanggal 24 Oktober 2000 dengan singel pertama One Step Closer. Namun, yang lebih terkenal adalah singel Crawling dan In the End. Lagu ini telah membuat Linkin Park menjadi populer. Penjualan album itu melebihi 15 juta keping. Linkin Park lalu merilis edisi spesial dari Hybrid Theory, dengan 2 lagu baru High Voltage dan My December.

Linkin Park lalu merilis album aransemen ulang dari Hybrid Theory, Reanimation. Album ini pun meraih kesuksesan dengan penjualan kira-kira 10 juta kopi. Singelnya, Pts.Of.Athrty, tidak sepopuler singel di Hybrid Theory, namun cukup terkenal. Linkin Park, melalui Mike Shinoda dan Joseph Hahn, juga sempat bekerja sama dengan band The X-ecutioners dalam pembuatan singel It's Goin' Down. Linkin Park juga membentuk kelompok fans mereka bernama Linkin Park Underground, serta mulai mengadakan tur sendiri bernama Projekt Revolution, setelah sering diundang ke festival musik.

Meteora

Tanggal 25 Maret 2003, Linkin Park merilis album kedua bertitel Meteora. Nama tersebut diambil dari nama tempat ibadah di atas puing-puing di Yunani. Album ini juga meraih kesuksesan dengan penjualan kira-kira 11 juta kopi. Singelnya adalah Somewhere I Belong, Faint, Numb, From the Inside, Lying from You, dan Breaking the Habit.

Meteora memenangkan banyak penghargaan. Antara lain Penghargaan MTV kategori "Video Rock Terbaik" untuk lagu "Somewhere I Belong" dan "Penghargaan Pilihan Pemirsa" (Breaking The Habit). Linkin Park juga memenangkan penghargaan lain yaitu "Penghargaan Musik Radio 2004", "Penghargaan Artis Tahun Ini" dan "Penghargaan Lagu Tahun Ini" melalui lagu "Numb". Mesikpun album Meteora tidak sesukses Hybrid Theory album ini masuk 3 besar penjualan album di Amerika Serikat tahun 2003.

Linkin Park juga mengadakan Projekt Revolution Tour ke-2 serta sibuk ikut konser. Di sela-sela waktu itu, Linkin Park berhasil menyelesaikan rekaman album konser mereka, "Live In Texas", yang berisi lagu-lagu saat konser Linkin Park di Texas.

Proyek sampingan

Atas permintaan MTV, Linkin Park berkolaborasi dengan Jay Z dalam album "Collision Course". Materi album ini adalah remix dari sebagian lagu-lagu Linkin Park dalam album "Hybrid Theory" dan "Meteora" serta lagu-lagu Jay Z dalam album "Blueprint" serta "The Black Album". Album tersebut dirilis tahun 2004 dan menghasilkan 2 singel, yaitu Numb/Encore yang mendapat penghargaan Grammy kategori "Lagu Rap Terbaik" dan "Kolaborasi Terbaik".

Pada tahun 2005, Linkin Park lebih mengutamakan konser amal. Mereka membantu korban tsunami pada bulan Desember 2004 dalam konser bertajuk Music For Relief. Linkin Park juga membantu mengumpulkan uang untuk korban Badai Katrina tahun 2004. Sementara itu, Mike Shinoda bergabung dengan Fort Minor dalam album "The Rising Tied". Chester Bennington juga punya proyek solo yang dinamai Snow White Tan yang selanjutnya populer dengan nama Dead By Sunrise. Lalu, Linkin Park pergi ke Jepang tahun 2006 untuk mengikuti festival musik populer di Jepang, yaitu Summer Sonic.

Minutes to Midnight

Pada tahun 2006, mereka mulai merekam materi untuk album terbaru Linkin Park, yaitu "Minutes To Midnight". Banyak yang mengkritik Linkin Park karena sering tertunda peluncurannya. Walaupun begitu, Linkin Park menjamin bahwa album tanggal 14 Mei 2007 ini pantas untuk dikoleksi. Menurut Linkin Park, mereka menamai album barunya "Minutes To Midnight" (menit-menit menuju tengah malam) karena adanya isu nuklir di bumi ini yang dapat menghancurkan dunia pada saat tengah malam.

Sebanyak 100 lagu demo telah diciptakan namun hanya 12 yang dimasukkan ke dalam album. Tidak heran kalau album ini direkam selama 14 bulan. Dalam album Minutes To Midnight, unsur musik nu metal kurang kental. Walaupun demikian, album ini tetap digemari. Buktinya adalah album ini terjual hampir sebanyak 625 ribu kopi dalam pekan pertamanya (sebuah rekor dalam tahun 2007). Album studio ketiga ini diproduseri oleh Mike Shinoda dan Rick Rubin, mantan personil Beastie Boys. Singel pertamanya, "What I've Done", sudah mulai diputar di radio pada tanggal 2 April 2007. Minutes To Midnight juga menduduki tangga teratas Billboard. Pada tanggal 20 Agustus 2007, Linkin Park merilis singel keduanya, yaitu "Bleed It Out". Dan, pada bulan Oktober, Linkin Park akan merilis singel "Shadow of the Day".

Lagu "No Roads Left" bisa didapatkan melalui pemesanan lewat iTunes. Sementara lagu "Qwerty" bisa didapatkan di EP berjudul Linkin Park Underground v6.0.

Mereka juga merilis lagu "New Divide" yang dipakai untuk soundtrack film terbaru Transformers yaitu Transformers: Revenge of the Fallen.Lagu ini juga sudah mencapai posisi 6 di Amerika Serikat dan di Inggris mencapai posisi 20

Jenis musik

Aliran

Pada awal pembentukannya, Linkin Park beraliran rock. Setelah masuknya seorang DJ atau turntablis bernama Joe Hahn, Linkin Park mengganti alirannya menjadi hip-hop. Namun, pada album Hybrid Theory, Linkin Park mengganti lagi alirannya menjadi nu metal dan rapcore. Demikian juga pada album Meteora, hanya saja Linkin Park juga menambahkan unsur elektronika.

Pada album Minutes To Midnight, segalanya berubah total. Linkin Park benar-benar mengurangi unsur nu metal secara spesifik. Sebagai gantinya, Linkin Park menggunakan aliran alternative rock. Ini jelas sebuah eksperimen mengingat kesuksesan Linkin Park dengan genre nu metal dalam album sebelumnya. Tetapi, ternyata eksperimen itu berhasil.

Teknis

Linkin Park jarang menggunakan teknik melodi gitar namun petikan gitar. Selain itu, rap dari Mike Shinoda sering muncul di banyak lagu. Terkadang Chester berteriak dalam beberapa lagu.

Lagi-lagi, perubahan terjadi di album Minutes To Midnight. Linkin Park mengurangi unsur rap dari Mike. Rapnya hanya ada di 2 lagu, yaitu Bleed It Out dan Hands Held High. Sementara vokal Chester lebih dominan dibanding sebelumnya. Linkin Park juga bermain lebih lembut.

Linkin Park Underground

Ini adalah kelompok penggemar Linkin Park yang dibentuk tahun 2001. Jika bergabung dengan LPU (singkatannya) maka bisa memperoleh merchandise khusus untuk anggota LPU. Seperti kaus, asbak, buku, dan album mini (EP).

Anggota

1. Chester Bennington – vokal
2. Rob Bourdon – drum
3. Brad Delson – gitar
4. Dave "Phoenix" Farrell – bass
5. Joseph Hahn – turntable, sampling
6. Mike Shinoda – backing vocal, sampling, rap, keyboard, gitar

Mantan Anggota

1. Mark Wakefield – Vokal
2. Scott Koziol – Bass (Stand-in)
3. Kyle Christener – Bass (Stand-in)

Diskografi

1. Xero Sampler Tape
2. Hybrid Theory EP
3. Hybrid Theory - 24 Oktober 2000
4. Reanimation
5. Meteora - 25 Maret 2003
6. Live In Texas
7. Collision Course
8. Minutes to Midnight - 14 Mei 2007
9. Road to Revolution - 25 November 2008

Beberapa band yang berhubungan dengan Linkin Park

1. Fort Minor - Proyek sampingan Mike Shinoda
2. Dead By Sunrise - Proyek sampingan Chester Bennington
3. Hybrid Theory - Nama lama Linkin Park
4. Xero - Nama lama Linkin Park
5. Tasty Snax - Band lama Dave "Phoenix" Farrell
6. Grey Daze - Band lama Chester Benningto

Single

1. One Step Closer
2. CrawlingPapercut
3. In the End
4. Pts.Of.Athrty
5. Frgt/10
6. Somewhere I Belong
7. Faint
8. Numb
9. From the Inside
10. Lying from You
11. Breaking the Habit
12. Numb/Encore
13. Dirt Off Your Shoulder/Lying from You
14. What I've Done
16. Bleed It Out
17. Shadow of the Day
18. Given Up
19. Leave Out All the Rest

Sejarah dan Biografi A7X

Avenged Sevenfold atau seringkali disingkat sebagai A7X adalah band Hard Rock dan Metal Core yang berasal dari Huntington BeachCalifornia
Pembentukan & Karir Indie (1999-2003)
Band ini dibentuk pada tahun 1999 di Huntington Beach, California dengan anggota asli M. Shadows, Zacky Vengeance, The Rev dan Matt Wendt. memberi nama bandnya yang referensinya berasal dari cerita Cain dan Abel dari Bible, meskipun demikian, mereka bukanlah band agamis. Saat pembentukannya, masing-masing anggota band ini memakai nama samaran yang juga merupakan nama panggilan mereka saat bersekolah di Sekolah Menegah Atas. Sebelum merilis album debut mereka, band ini merekam dua demo pada tahun 1999 dan 2000. Album pertama mereka, Sounding the Seventh Trumpet, direkam ketika para anggota band masih berumur delapan belas tahun dan juga masih bersekolah di sekolah menengah atas. album ini pada awalnya dirilis oleh perusahaan label pertama mereka, Good Life Record pada tahun 2001. Setelah gitaris Synyster Gates bergabung dengan band, pada akhir 1999 masuk ketika ia berusia 18 tahun. Lagu “To End the Rapture” direkam ulang dengan menampilkan anggota penuh band. Album ini kemudian dirilis ulang pada Hopeless Records pada tahun 2002.
Band ini lalu mulai menerima pengakuan, mereka tampil dengan band-band seperti Mushroomhead dan Shadows Fall dan bermain di Take Action Tour. Setelah bassis keempat mereka, Johnny Christ bergabung secara permanen, mereka merilis album Waking the Fallen di Hopeless Records pada bulan Agustus 2003. Band menerima pengakuan oleh Billboard dan The Boston Globe, dan juga bermain di “Vans Warped Tour”. Pada tahun 2004, Avenged Sevenfold mengadakan tur kembali di “Vans Warped Tour” dan merekam video untuk lagu “Unholy Confessions “yang masuk tangga lagu di MTV2′s Headbanger’s Ball. Tak lama setelah merilis Waking the Fallen, Avenged Sevenfold meninggalkan Hopeless Records dan menandatangani kontrak yang diajukan oleh Warner Bros.
Sounding the Seventh Trumpet  (2001-2003)
Sounding the Seventh Trumpet adalah debut album Avenged Sevenfold yang dirilis tahun 2001 di Good Life Recording dan di rilis kembali oleh Hopeless Records tanggal 19 Maret 2002. Mereka melibatkan gitaris baru Synyster Gates
Waking the Fallen (2003-2005)
Waking the Fallen adalah album ke dua dari Avenged Sevenfold setelah yang dirilis tanggal 26 Agustus 2003. Ini adalah album pertama yang melibatkan Johnny Christ sebagai bassist yang baru.
City of Evil (2005-2007)
Tahun 2005, Amerika Serikat tengah jenuh dengan musik hip-hop dan pop yang merajalela, lalu Avenged Sevenfold merilis album mereka City of Evil tepatnya pada tanggal 8 Juni, 2005. Hits single Bat Country merupakan lagu metal/rock pertama yang merajai MTV TRL. Mereka mempopulerkan kembali solo gitar dengan duet gitaris Synyster Gates dan Zacky Vengeance yang benar-benar memanaskan area moshpit. Album tersebut mendapat sertifikat gold dan memenangkan predikat Best New Artist in a Video di MTV VMA 2006 untuk lagu Bat Country.
Avenged Sevenfold (2007-2008)
Tahun 2007, mereka kembali masuk studio untuk merekam lagu terbaru mereka untuk studio album ke-5 mereka. Awal Agustus 2007, mereka menjalani tur Asia Pasifik mereka, dan sempat mampir di Indonesia dan memainkan lagu mereka pertama kali di depan publik. Lagu yang berjudul Almost Easy tersebut mendapat sambutan hangat dari penggemar di seluruh dunia. Ketika itu band punk Jogjakarta Endang Soekamti didaulat menjadi band pembuka. Tahun 2008 ini, mereka berpartisipasi sebagai headliners di tour Taste of Chaos bersama dengan Bullet for My Valentine, Atreyu, Blessthefall dan Idiot Pilot. Ketika tour, mereka merekam sebuah DVD yang mengandung 6 lagu baru mereka. Tanggal 22 Oktober 2008, Avenged Sevenfold kembali manggung di Indonesia masih dengan event organizer yang sama yakni Java Musikindo dan kali ini band heavy metal Jibril didaulat menjadi band pembuka.Berkas:City of evil.jpg Avenged sevenfold tau konser di gresik di desa metatu mantep.
Live In The LBC & Diamonds in the Rough (2008-2010)
Album yang dirilis pada 16 September, 2008 ini berisi 102 menit DVD dan 52 menit CD.
Di album ini terdapat dua lagu lama yaitu “Afterlife” dan “Almost Easy”. Namun kedua lagu tersebut tidak sama persis dengan lagu aslinya. Pada lagu “Afterlife” ditambahi permainan biola yang lebih banyak, sedangkan lagu “Almost Easy” yang berbeda adalah mixing lagunya. Selain itu terdapat juga lagu “Walk” yang merupakan cover dari Pantera dan “Flash of the Blade” yang merupakan cover dari Iron Maiden.
Pada tanggal 16 Juli, majalah Kerrang! (edisi 1219) mengeluarkan sebuah CD gratis berjudul “Maiden Heaven: A Tribute to Iron Maiden” untuk menghormati album dari salah satu band heavy metal terbesar di dunia yaitu Iron Maiden. Matt Shadows berkomentar, “Maiden are by far the best live band in the world and their music is timeless,” dan “This also gives us a chance to expose this great song to some of our younger fans who maybe aren’t as familiar with Iron Maiden.”
Nightmare  (2010)
Setelah beberapa lama mereka mengeluarkan single “Nightmare” pada 18 Juli 2010 yang nantinya akan masuk kedalam album baru mereka. Dalam single ini mereka memanggil Mike Portnoy dari Dream Theater untuk menggantikan posisi The Rev yang meninggal pada 28 Desember 2009.

Sejarah dan Biografi Gun n Roses



Pada tahun 2005, gembar-gembor peluncuran album terbaru GNR “Chinese Democracy” telah keras terdengar, meskipun khalayak juga tidak begitu tahu sampai di mana persiapannya. Saat itulah, buku biografi ini tidak resminya terbit dalam edisi bahasa Inggris. Empat tahun kemudian, buku karya Paul Stenning itu hadir di hadapan kita dalam bahasa Indonesia –GNR, Band yang Dilupakan Waktu.

Popularitas tiada henti
Meskipun judul buku ini mengandaikan ketenggelaman popularitas GNR, namun bagi pecinta rock, tentu tak mudah melupakan band satu ini. Dari sekelompok orang buangan yang sama sekali tidak menonjol di sekolah,
“Tidak ada satu pun di antara kami merupakan anak sekolah yang populer di sekolah—kami semua adalah orang buangan yang berkumpul dan menyatukan bakat-bakat kami.” Axl Rose 1989. (h. 112)
GNR menggebrak dunia musik pada era 80-an. Bermula dari Los Angeles (1987), hanya perlu waktu tak lebih dari 2 tahun, popularitas mereka melejit lewat album Appetite for Destruction. (h. 102). Kemudian disusul dengan album mereka berikutnya Use Your Illusion I dan II. Dan tahun 1988, satu tahun penuh, mereka habiskan untuk tur. Di saat itu pulalah mereka tidak menyadari bahwa popularitas band mereka telah melesat bahkan melampaui band apa pun yang pernah ada.
GNR memang telah berganti wajah; anggota-anggota baru keluar masuk untuk mengganti anggota lama yang terpaksa harus hengkang, meninggalkan satu-satunya anggota yang masih bertahan –Axl Rose. Meskipun demikian, orang akan sulit melupakan bahwa Slash dan Izzy adalah gitaris GNR, Duff adalah pemetik bassnya serta Steven adalah penggebuk drumnya. Bersama Axl, mereka membentuk formasi awal GNR. Formasi awal GNR akhirnya bubar, seberapapun usaha mereka untuk mempertahankan. Bagi Axl, penyebab utama adalah narkoba. Karena benda ini, lambat laun, masing-masing anggota (mungkin kecuali Axl?) makin berperilaku “berantakan” hingga merusak bisnis musik mereka. Memang, pada akhirnya, masing-masing mengaku bisa bersih kembali, namun, terlambat. Tetap saja, kini mereka bukan anggota GNR lagi, kecuali Axl.
Dalam buku ini (Band yang Dilupakan Waktu; Biografi Lengkap), Paul Stenning lebih banyak memberikan ulasannya tentang Axl-sang vokalis, sedangkan anggota lain hanya dalam kilasan. Bisa dikata, membaca buku ini nyaris sama dengan membaca Axl. Hal ini tidaklah mengherankan, karena dialah profil utama dalam band tersebut. Dalam bisnis, dia menjadi penentu utama kebijakan bisnis musik GNR. Dalam karya, dia menulis lirik paling banyak. Selain itu, sulit dibantah bahwa sentuhannyalah yang paling terasa, meskipun mungkin akan banyak bantahan ketika dikatakan bahwa musik GNR sama dengan musik Axl. Dia pula anggota yang paling lama dalam band ini. Dialah poros utama Guns N Roses.
Buku ini menggambarkan bagaimana Axl sebagai sebuah pribadi yang penuh gejolak, dan itu tertuang dalam lagu-lagunya. Lagu-lagu Axl adalah ekspresi psikologisnya: kegelisahannya, kecemasannya, kekecewaanya, harapan-harapannya, cinta dan apresiasinya. Semua itu berkaitan dengan perilaku keseharian GNR –khususnya Axl, yang tercermin dalam narkoba, seksualitas dan musik. Aspek psikologis sebagai latar belakang kausalitas yang bisa dirujuk dari kisah awal kehidupan Axl banyak dikupas. Memang, kehidupan GNR dan anggota-anggotanya bukan kehidupan yang mulus; mereka menjalani banyak hal yang mungkin akan dinilai “gila” atau “nekad” dalam standar norma umum.
Hampir dalam setiap awal bab dalam buku ini, Stenning mengutip beberapa pernyataan Axl khususnya terkait dengan kehidupan pribadi (psikologisnya).
Selain masa kecil yang tidak bahagia, Axl mendapat tekanan keras akibat publisitas media. Axl telah berusaha mengekspresikan diri lewat lagu-lagunya, penjelasan tentang dirinya dalam jumpa pers dan aksinya di panggung. Harapannya, publik akan memahaminya dengan baik. Namun, dia sering kecewa. Publik mengekspos dirinya hanya demi keuntungan mereka –menyensor, menekankan, mengekspos apa saja yang menguntungkan, bukan menjelaskan pribadi Axl. Dalam hal itu, Axl merasa dikhianati media. Akhirnya, dia merasa lebih baik menarik diri dari dunia publisitas. Stenning menyusun buku ini dalam masa “pertapaan” Axl.
Untuk menyusun buku ini, Stenning mengumpulkan informasi dari pelbagai sumber; media cetak maupun wawancara dengan para mantan anggota maupun orang-orang dekat mereka, selain album-album GNR sendiri tentunya. Sebagai seorang pecinta rock, sudut pandang Stenning tentu akan menarik, yang mungkin sangat berbeda dari sudut pandang dalam biografi versi resminya. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan diskografi dan foto-foto ekslusif setiap anggota band ini serta ilustrasi cover yang sangat kental dengan nuansa Guns N’ Roses dan segala artistiknya visualnya.

Band dan Selera Musik
Tidak banyak—bahkan mungkin belum pernah ada—band yang menandingi popularitas Guns N Roses. Performa yang nyaris sempurna, totalitas yang tidak diragukan, tidak heran jika band ini masih memiliki penggemar di berbagai belahan dunia kendatipun mereka tak lagi eksis selain kenangan yang mengabadikan mereka di hati para penggemarnya. Di Indonesia funs band ini juga tidak sedikit, (salah satunya dapat di jumpai di sebuah situs Guns N Roses Indonesia Funs Cub). Begitulah band ini mengabadi di hati para penggemarnya.
Di Indonesia, musisi kita sedang diuji kredibilitasnya pada seni, dua tahun terakhir, selera musik telah berubah, yang menguasai panggung dan jagat hiburan justru mereka yang bisa dikatakan kemunculannya sangat instan. Penggarapan album bisa selesai dalam hitungan hari, bahkan jam. Lalu di gelontorkan di pasar musik Indonesia. Seolah untuk menjadi musisi, tidak lagi membutuhkan proses yang panjang, karena yang dibutuhkan bukanlah kualitas musik mereka, melainkan yang menentukan adalah apakah band penyanyi tersebut fenomenal atau tidak, gemar masuk infotainment atau tidak. Nampaknya “musisi” kita patut belajar dari beberapa musisi yang benar-benar tidak diragukan kredibilitasnya di bidang seni musik, salah satunya adalah dengan mebaca buku biografi Guns N Roses ini.

Sejarah dan Biografi Metallica





Metallica adalah band yang muncul di scene underground awal 1980an yang berkembang menjadi band rock mainstream raksasa. Dengan penjualan album yang mencapai 57 juta unit didalam AS dan 35 juta unit diluar AS, mereka menempati posisi ke 18 sebagai salah satu artis penjual album terbesar yang terdaftar dalam Recording Industry Association of America.

Metallica dibentuk di California tahun 1981 oleh drummer Lars Ulrich dan gitaris/vokalis James Hetfield. bassist Ron McGovny kemudian bergabung dan dinyusuli Dave Mustaine. McGovney pergi setelah berkonflik dengan Mustaine dan posisinya diganti Cliff Burton. Sifat Mustaine yang agresif dan sering bermasalah dengan obat dan alkohol mengakibatkan dia dipecat oleh Ulrich dan Hetfield. Posisinya diisi Kirk Hammet, seorang murid Joe Satriani. Mustaine kemudian membentuk Megadeth.

Band mendapatkan namanya sewaktu Ulrich diajak promoter metal San Francisco, Ron Quintana, untuk bantu memilih nama dari daftarnya untuk dijadikan nama majalah barunya. Daftarnya terdapat nama Metallica. Ulrich menyarankan Metal Mania untuk mejalah Quintana dan memilih Metallica untuk band yang baru dia bentuk.

Bersama Megadeth, Slayer dan Anthrax, Metallica merupakan salah satu dari empat tokoh thrash metal pada era 1980an.

Album pertama Kill ‘Em All dirilis 1983 via Megaforce. Album pertama ini menjadi contoh sound dasar Metallica untuk era 1980an dengan khas vokal dan irama berat dari Hetfield.

Tahun 1984 mereka menndatangani kontrak dengan Elektra Records dan merilis Master of Puppets, album yang dianggap fans sebagai album terbaik Metallica.

Sewktu tur di Eropa pada tahun 1986, bassist Cliff Burton meninggal dunia di Swedia dalam kecelakaan bis dan posisinya diganti Jason Newsted. Tahun 1988, Mereka membuat …And Justice for All dengan musik yang komplek secara struktural. …And Justice for all dinominasi Grammy dengan kategori Best Hard Rock/Metal Performance Vocal or Instrument namun Grammy tersebut diraih Jethro Tull. Tahun berikutnya mereka baru memenangkan Grammy dan setelah itu menerjun ke dunia musik rock mainstream. Video “One” diputar terus menerus oleh MTV.

Album berjudul Metallica yang sering disebut The Black Album dirilis 1991 dengan mentargetkan audiens yang jauh lebih luas. Album mencapai no. 1 dalam Billboard dan bersertifikasi platinum dalam beberapa minggu. Album ini menjadi album paling populer Metallica dan hit-nya “Enter Sandman” menjadi lagu Metallica yang paling dikenal luas.

Kemudian pada Load (1996) dan ReLoad (1997), tempo metal yang cepat diganti dengan nada gitar yang bluesy, permainan slide guitar dan steel guitar, hurdy-gurdy dan violin. Sebagian fans menyindir mereka sebagai Poptalica, Alternica dan bahkan Lica saja. Beberapa lagu dari Load dan Reload sering diputar radio-radio AS.

Untuk album berikutnya, mereka men-cover lagu-lagu dari sejumlah artis yang mempengaruhi mereka, mulai dari The Misfits, Thin Lizzy, Black Sabbath sampai ke Nick Cave dan Bob Seger.

Tahun 1999, Metallica dilantik ke San Francisco Walk of Fame dan pada bulan berikutnya, mereka merekam dua pertunjukan dengan San Francisco Symphony Orchestra dan merilisnya dengan judul S&M.

Metallica menciptakan kontroversi dengan menuntut Napster yang 300.000 anggotanya memperjual-belikan seluruh katalog lagu Metallica didalam situs. Mereka juga menuntut beberapa universitas yang mengizinkan Napster dioperasikan dalam kampus. Penuntutan ini mengakibatkan ejekan sejumlah situs yang mengatakan band yang mengawali karirnya dari scene underground yang sering memperjual-belikan rekaman bootleg live sudah menjadi mata duitan. Metallica menjawab apa yang mereka permasalahkan adalah perdagangan ilegal materi studio mereka, bukan bootleg live.

Jason Newsted meninggalkan Metallica pada 2001. Berbagai wawancara mengungkapkan pengunduran dia diakibatkan keinginannya untuk membuat CD dan melakukan tur bersama band pribadinya, Echobrain, namun keinginan tersebut selalu dihadang oleh Hetfield. Posisinya diganti Robert Trujillo, eks bassist Suicidal Tendencies yang juga pernah main bersama band Ozzy Osbourne, Infectious Grooves dan Black Label Society. Newsted kemudian bergabung ke band legendaris thrash metal Kanada, Voivod, dan secara menarik menggantikan posisi Trujillo dalam Ozzfest 2003.

Album kedelapan mereka, St. Anger (2003), menanjak ke posisi no. 1 dalam chart. Album dibuat kasar dan tak terpoles untuk merespon ke pihak yang klaim Metallica telah kehilangan kekerasan sound mereka. Namun, sound kasar yang tanpa banyak gitar solo ini dikritik fans yang tidak menyukainya. Toko CD bekas dibanjiri CD yang dijual oleh fans yang kecewa. Meskipun dikritik, St. Anger memenangkan Grammy 2004.

Tahun 2006, Metallica mengakhiri kerjasama 15 tahun dengan produser Bob Rock dan menjalinkan kerjasama baru dengan produser legendaris Rick Rubin, yang biasa menangani album Beastie Boys, Red Hot Chili Peppers, Weezer, Audioslave, Slipknot, System of a Down, Johnny Cash, LL Cool J, Jay-Z dan Slayer. Rubin dan Metallica sedang mengerjakan sebuah album studio baru yang akan dirilis dalam waktu dekat.

- Peter Soemarko

Discography

Album

1983 Kill ‘Em All
1984 Ride the Lightning
1986 Master of Puppets
1987 The $5.98 E.P.: Garage Days Re-Revisited (EP)
1988 …And Justice for Al
1991 Metallica
1993 Live Shit: Binge & Purge (Live boxset)
1996 Load 5
1997 ReLoad
1998 Garage Inc.
1999 S&M
2003 St. Anger
2004 Some Kind of Monsters